
FANI AD DHILU
26 November 2008Di akhir malam peringatan hari pahlawan ke-43 tepatnya tanggal 10 November 1988 aku dilahirkan di sebuah rumah sakit di sebuah kota kecil namun strategis, MADIUN. Aku sendiri anak kedua dari lima bersaudara, 4 cowok dan 1 cewek. Ibu dan bapak memberiku sebuah nama yang menurutku nama ini sangat aneh….. Karna aku tau tu nama depan aku kan nama yang biasa buat cewek. Halah tapi masa bodoh… ak cukup mensyukurinya karena itu nama pemberian dari ibu dan bapakku tercinta.. Panggil ak FANI, pake’ F bukan pake’ V….
Kehidupan keluarga aku saat aku lahir tergolong keluarga yang mampu. Sekolah pertamaku adalah salah satu sekolah terkenal di Madiun, RA Masyitoh. Pedidikan pertamaku aku tempuh selama 2 tahun, hingga akhirnya aku di sekolahkan di sekolah yang paling terkenal n termewah saat itu. Mengapa terkenal? mungkin karena sekolahku terletak d pusat kota dan satu-satunya sekolah yang berpredikat sebagai sekolah islam, MI ISLAMIYAH itu nama sekolahku waktu SD.
Hingga akhirnya kehidupan keluarga aku berubah 180 derajat. Penyebabnya adalah krisis moneter jika sebelumnya aku diantar bila aku ke sekolah, tapi setelah krisis aku harus naik sepeda hingga lulus SMA. Syukur alhamdulillah pendidikan SMP serta SMA aku tempuh di sekolah-sekolah favorit, SMP Negeri 2 dan SMA Negeri 1 yang semuanya tetap di Madiun.Terakadang aku mrasa tidak beruntung, mungkin sebelumnya aku hidup dalam ketercukupan. Hingga akhirnya saat aku kelas 3 SMA, aku bertemu dengan seorang perempuan yang bikin aku yakin bahwa aku jauh lebih beruntung karena aku dikaruniai keluarga yang utuh. Itulah harta yang paling berharga di dunia. Akhirnya perlahan aku mulai sadar bahwa aku memang jauh lebih beruntung dibandingakn dengan saudara kita diluar sana yang menempuh jalan hidup lebih berat daripada yang aku jalani.
Lulus SMA aku mencoba peruntungan dengan ikut SPMB yang saat ini disebut SMPTN (Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri). alhamdulillah (lagi-lagi) ak diterima di PTN favorit di provinsiku dan entah kebutulan ato tidak, aku diterima disalah satu PTN di kota pahlawan, Surabaya. PTN ini punya nama yang serupa dengan tanggal lahirku,hehehe. Untuk menghemat biaya ak tinggal di rumah nenek aku di Surabaya. Dan (lagi-lagi) perjalanan aku ke kampus ditempuh dengan naik sepeda. Padahal jarak rumah menuju Kampus sekitar 18 km, jarak itu ak tempuh dalam waktu 1 jam. Capek memang, tapi aku bersyukur aku masih diberi kesempatan kuliah. Menginjak semester 2 keluarga aku mendapat cobaan finansial hingga membuat aku memutar otak untuk bisa terus kuliah.
Alhamdulillah.. Allahu Akbar aku mendapat pekerjaan sampingan setelah kuliah, pengahsilannya lebih dari cukup untuk hidup dan melanjutkan kuliah dan ak tak perlu lagi merepotkan kedua orang tuaku dengan urusan kuliahku. Hingga saat ini aku masih bekerja dan tetap kuliah…. ALLAHU AKBAR!!!!!
Oya buat temen-temen yang dah baca, KLIK DISINI buat jadi temen d FS.